Like It! di Unhas, Prof Jamaluddin Jompa Tekankan Finansial Sehat

BERITA45.COM, MAKASSAR — Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, mengajak mahasiswa membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, tanpa harus menunggu memiliki penghasilan besar.

Menurutnya, literasi keuangan perlu diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga memahami risiko produk keuangan.

Pesan tersebut disampaikan Prof JJ (sapaan Jamaluddin Jompa) dalam kegiatan Like It! (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan) yang berlangsung di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi sejumlah lembaga sektor keuangan, untuk mendorong mahasiswa lebih bijak mengambil keputusan finansial, di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital.

Rangkaian kegiatan Like It! juga menghadirkan sejumlah pembicara, dalam talkshow empat lembaga anggota Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK).

Pembicara tersebut yakni Arif Machfoed dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ruth A. Cussoy Intama dari Bank Indonesia (BI), Advis Budiman dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Arif Prabowo Sulistiono dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Talkshow tersebut dimoderatori Dr. Andi Tenri Harahap, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin.

Kehadiran perwakilan lembaga keuangan tersebut, menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mahasiswa mengenai sistem keuangan, perlindungan konsumen, serta pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.

Prof JJ menekankan, kemampuan mengelola keuangan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya pendapatan atau jumlah tabungan.

Kebiasaan mengambil keputusan finansial secara tepat, justru perlu dibangun sejak seseorang masih berstatus mahasiswa.

Ia mengingatkan, bahwa mahasiswa dapat mulai belajar mengelola uang sesuai kemampuan masing-masing. Dengan demikian, kebiasaan menabung dan merencanakan kebutuhan masa depan, tidak hanya menjadi pilihan ketika seseorang sudah bekerja atau memiliki penghasilan tetap.

Menurut Prof JJ, mahasiswa juga perlu membedakan kebutuhan dan keinginan, agar tidak mudah terpengaruh pola konsumsi berlebihan.

Perkembangan teknologi dan banyaknya tawaran produk keuangan, menuntut generasi muda lebih cermat sebelum mengeluarkan uang.

Jamaluddin turut menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi, dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan.

Ia berharap lingkungan kampus dapat menjadi tempat belajar, yang mendukung peningkatan literasi, sekaligus pemanfaatan layanan finansial secara tepat.

Ia juga menyinggung kebutuhan sebagian mahasiswa, terhadap dukungan pembiayaan pendidikan. Menurutnya, akses terhadap layanan keuangan yang sesuai, dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan tertentu, selama tetap mempertimbangkan kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

Tiga Pesan untuk Generasi Muda

Rektor Unhas menyampaikan tiga prinsip utama yang perlu diperhatikan mahasiswa. Pertama, jangan menggunakan produk finansial sebelum memahami manfaat, ketentuan, dan risikonya.

Kedua, kenali risiko sebelum mengambil keputusan, khususnya ketika berhadapan dengan tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan. Mahasiswa perlu mempelajari karakteristik produk, dan tidak sekadar mengikuti pilihan orang lain.

Ketiga, jangan menunda pengelolaan keuangan sampai memiliki penghasilan besar. Mahasiswa dapat memulai kebiasaan finansial yang sehat dari nominal kecil, kemudian mengembangkannya secara bertahap sesuai kemampuan.

Melalui kegiatan Like It!, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami istilah keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Prof JJ berharap, edukasi tersebut membentuk generasi muda yang lebih cermat mengatur pengeluaran, mampu melindungi diri dari penipuan, serta tidak gegabah memilih produk keuangan.

Dengan kebiasaan yang dibangun sejak bangku kuliah, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi kebutuhan masa depan, menjaga kestabilan finansial, dan mengambil keputusan ekonomi secara bijak.

Pos terkait