BERITA45.COM, MAKASSAR – Makassar Culinary Night (MCN) kembali hadir dengan suasana baru, yang lebih meriah melalui tema “Pesta Rakyat”.
Festival kuliner, hiburan, kreativitas, dan budaya lokal ini, akan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Benteng Fort Rotterdam, Kota Makassar.
Menghadirkan puluhan pelaku usaha kuliner dan industri kreatif, MCN diharapkan menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik Makassar, sebagai destinasi wisata berbasis kuliner dan ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Andi Hendra Hakamuddin, S.STP., M.Si., menyampaikan dukungan pemerintah kota terhadap penyelenggaraan MCN, yang dinilai memiliki peran penting dalam mengembangkan sektor pariwisata.
Menurutnya, kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif, yang menjadi tulang punggung pariwisata di Kota Makassar.
Ia menyebutkan, berdasarkan data pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kota Makassar, kontribusi sektor pariwisata mencapai sekitar 25 persen.
Ia menjelaskan, kuliner menjadi salah satu fondasi utama ekonomi kreatif yang menopang pariwisata, bersama subsektor lainnya seperti fesyen dan kriya.
Karena itu, pemerintah kota melalui Dinas Pariwisata, mendukung kegiatan yang dapat memperluas ruang promosi bagi pelaku industri kreatif.
Pemerintah Kota Makassar juga berharap, MCN dapat berkontribusi terhadap pengembangan Makassar sebagai kota gastronomi.
Menurutnya, kekayaan cita rasa dan keragaman makanan lokal, merupakan potensi yang perlu dipromosikan, melalui pendekatan yang lebih kreatif dan mengikuti perkembangan zaman.
Ia menambahkan, penyelenggaraan MCN diharapkan berjalan lancar dan sejalan dengan program pemerintah, dalam memperkuat sektor pariwisata, khususnya melalui pengembangan kuliner sebagai daya tarik wisata.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Makassar, Yulianti Jabir, menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan selama pelaksanaan festival.
Ia mendorong pengunjung untuk membawa tumbler atau botol minum, yang dapat digunakan kembali. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan publik seperti MCN.
Pemilahan sampah organik dan anorganik juga menjadi salah satu langkah yang dapat diterapkan, untuk mendukung kebersihan lingkungan selama festival berlangsung.
Direktur Festival Makassar Culinary Night, Mistrianie F.A. Muin, mengatakan, MCN pada tahun ini kembali mengusung tema “Pesta Rakyat”.
Dalam satu tahun, penyelenggara menggelar MCN sebanyak dua kali, dengan penyelenggaraan akhir tahun biasanya dirangkaikan dengan perayaan hari ulang tahun Kota Makassar.
Namun, pelaksanaan kali ini dimajukan dari jadwal yang biasanya berlangsung pada November. Keputusan tersebut mempertimbangkan kondisi cuaca, dan kesiapan penyelenggaraan kegiatan.
Mistrianie menjelaskan, proses kurasi tenant untuk MCN kali ini berlangsung sekitar tiga bulan, mulai dari tahap pertama hingga tahap ketiga. Dari 387 pendaftar, penyelenggara menetapkan 85 tenant yang akan berpartisipasi dalam festival.
Jumlah tersebut terdiri dari 75 tenant makanan dan minuman (food and beverage/F&B) serta 10 tenant creative market.
Proses kurasi dilakukan, untuk memastikan tenant yang terpilih, dapat menghadirkan produk dan pengalaman berkunjung yang sesuai dengan konsep festival.
Ia mengatakan, MCN juga menggandeng sejumlah mitra dan kolaborator, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, di antaranya Yamaha dan CIMB Niaga, serta berbagai pihak lainnya.
Dukungan Dinas Pariwisata Kota Makassar juga terus berlanjut, sejak festival tersebut pertama kali diselenggarakan pada 2015.
Mistrianie menjelaskan, MCN pernah menjadi salah satu program Dinas Pariwisata Kota Makassar pada periode 2015–2019. Setelah itu, festival ini terus diselenggarakan secara mandiri oleh pihak swasta, dan tetap mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Selain menghadirkan pengalaman kuliner, MCN juga konsisten mengampanyekan kepedulian lingkungan melalui konsep Green Culture Festival. Kampanye tersebut telah diperkuat, sejak festival kembali digelar setelah pandemi Covid-19 pada 2022.
Menurut Mistrianie, kampanye ramah lingkungan bukan sekadar pelengkap acara, melainkan gerakan untuk mendorong perubahan kebiasaan masyarakat, melalui langkah-langkah sederhana yang memberikan dampak lebih luas.
Salah satu penerapannya adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di kalangan tenant. Ia menyebutkan, sekitar 80 persen tenant telah diarahkan untuk tidak menggunakan bahan plastik tertentu dalam operasional mereka.
Meski demikian, penerapan tersebut tetap perlu mengikuti ketentuan teknis yang berlaku di lokasi acara.
Penyelenggara juga menyiapkan water station bagi pengunjung yang membawa tumbler. Fasilitas tersebut memungkinkan pengunjung mendapatkan air minum secara gratis, sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah kemasan sekali pakai.
Selama tiga hari pelaksanaan, suasana festival akan diramaikan oleh penampilan musisi, komunitas, dan talenta lokal.
Sejumlah pengisi acara yang dijadwalkan tampil, antara lain Husen Bunchen Berkaraoke, Jasmine Risach, Sanggar Marennu, Teman Bermain, U&A Kids Voice, Vinss Band featuring Vani June, Yanamja, hingga Xrap Berkaraoke.
Pengunjung juga dapat mengikuti beragam aktivitas kreatif, seperti bermain permainan bersama Main Yuk, meracik parfum bersama Tiny Perfume, serta membuat gelang bersama Moora.
Untuk mendukung kenyamanan keluarga, MCN turut menghadirkan konsep kawasan bebas rokok (non-smoking area) serta area bermain anak (playground), yang dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung.
Selain itu, pengunjung berkesempatan memperoleh promo cashback 50 persen hingga Rp15.000 untuk transaksi menggunakan QRIS OCTO dengan sumber dana OCTO Pay maupun kartu kredit, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Promo tersebut tersedia pada tenant makanan dan minuman yang berpartisipasi.





