FinExpo BIK 2026 Resmi Dibuka di Makassar, Hadirkan 28 Booth Industri Jasa Keuangan

BERITA45.COM, MAKASSAR — Financial Expo (FinExpo) dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026, resmi dibuka di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 2-4 Oktober 2026.

FinExpo 2026 menghadirkan 28 booth industri jasa keuangan, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Bank Mandiri, Bank Danamon, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan ini mengusung tema “Akses Keuangan yang Merata, Ekonomi Berdaya dan Masyarakat Sejahtera.”

Ketua Panitia FinExpo BIK 2026 yang juga Regional CEO BRI Region Makassar, Riza Pahlevi, mengatakan, FinExpo menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan komunikasi antara industri jasa keuangan dengan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang industri jasa keuangan, tetapi juga sarana interaksi dan edukasi.

Riza berharap edukasi, kolaborasi, dan kerja sama antara industri jasa keuangan dengan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Edukasi tersebut diharapkan mendorong masyarakat menggunakan produk dan layanan jasa keuangan, sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Ia juga berharap Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sulawesi Selatan, terus memperkuat semangat kolaborasi dan sinergi dalam membangun industri jasa keuangan, yang semakin kuat bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Mochammad Muchlasin, mengatakan, akses keuangan menjadi salah satu hal penting dalam mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan II 2026, tumbuh 5,59 persen secara year-on-year.

Pertumbuhan ekonomi tersebut juga diikuti perkembangan sektor jasa keuangan. Menurut Muchlasin, perbankan mencatat pertumbuhan aset sebesar 5,87 persen, dana pihak ketiga sebesar 7,9 persen, dan kredit sebesar 5,61 persen secara tahunan.

Industri keuangan nonbank seperti asuransi, pegadaian, dan pembiayaan juga disebut mengalami pertumbuhan.

Muchlasin mengatakan, perkembangan sektor jasa keuangan perlu diikuti dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Menurut Muchlasin, tingginya tingkat inklusi perlu diimbangi, dengan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

“Jadi antara orang yang tahu dengan orang yang menggunakan jasa keuangan itu terdapat selisih,” kata Muchlasin.

Karena itu, FinExpo 2026 menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan masyarakat, dengan berbagai lembaga jasa keuangan. Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat dapat mengunjungi 28 booth, untuk memperoleh informasi mengenai lembaga jasa keuangan serta berbagai produk dan layanan yang ditawarkan.

Selain edukasi, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan dan lomba yang disiapkan panitia dengan hadiah dan doorprize.

Untuk mengikuti kegiatan tersebut, pengunjung diwajibkan mengunjungi sedikitnya lima booth dan memperoleh stempel dari masing-masing booth.

Muchlasin menyampaikan OJK bersama stakeholder di Sulawesi Selatan terus melakukan kegiatan literasi keuangan, melalui berbagai saluran, termasuk kegiatan tatap muka, media sosial, dan Radio Republik Indonesia.

Program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari mahasiswa, ASN, kelompok perempuan, petani, pelaku UMKM, penyandang disabilitas hingga aparat desa.

Dalam sektor pembiayaan UMKM, OJK juga terus mendorong penguatan akses pembiayaan dan pembentukan ekosistem bagi pelaku usaha.

Muchlasin mengatakan, peningkatan akses keuangan diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan sektor ekonomi di Sulawesi Selatan.

Dalam penyelenggaraan FinExpo 2026, OJK menargetkan sebanyak 25.000 pengunjung selama tiga hari. Sementara untuk transaksi, penyelenggara menargetkan capaian yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai sekitar Rp5,5 miliar.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendorong industri perbankan dan sektor jasa keuangan, memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Menurutnya, penguatan ekonomi inklusif perlu terus didorong dengan melihat potensi ekonomi masyarakat, serta memperluas akses permodalan dan layanan keuangan sesuai kebutuhan.

Fatmawati juga mengajak masyarakat memanfaatkan FinExpo 2026, untuk mengenali berbagai produk keuangan yang legal dan resmi.

“Mari kita memanfaatkan ajang ini sebaik-baiknya, karena kita kenali produk keuangan yang legal. Tidak ada lagi produk kita terjebak dengan produk yang ilegal, sehingga membuat masyarakat kita pintar,” katanya.

Ia juga mendorong pelaku industri jasa keuangan, terus memperluas jangkauan layanan dan menghadirkan inovasi produk yang inklusif serta ramah bagi masyarakat.

“Terus memperluas jangkauan layanan, untuk terus menghadirkan inovasi produk yang inklusif, ramah masyarakat, serta mendukung pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan sesuai peraturan,” ujarnya.

Dalam pembukaan FinExpo BIK 2026 turut hadir Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulampua Prayitno Amigoro, Regional Head Sulampua PT Bank Danamon Indonesia Tbk Chiau Winarto, serta Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan drg. Andi Rachmatika Dewi Yustitia Iqbal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *