Image
Image

Muhammadiyah Sulsel Resmikan Klinik PKU 24 Jam di Momen Syawalan 1447 H

28-Mar-2026    Daeng Mamat
facebook twitter whatsapp

BERITA45.COM, MAKASSAR — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Syawalan 1447 Hijriah, yang dirangkaikan dengan peresmian Klinik Utama PKU Muhammadiyah, Sabtu (28/3/2026). 

Momentum ini menjadi penegasan komitmen Muhammadiyah, dalam memperkuat pelayanan sosial, khususnya di sektor kesehatan.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan tersebut, dihadiri sejumlah kepala daerah, mulai dari bupati hingga wali kota se-Sulsel. 

Kehadiran para pemangku kepentingan ini, mencerminkan dukungan kuat terhadap penguatan layanan kesehatan, berbasis organisasi kemasyarakatan.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Abdul Mu’ti, M.Ed., menilai langkah tersebut,  sebagai kontribusi nyata Muhammadiyah bagi masyarakat luas.

“Masyarakat yang sehat maupun masyarakat yang marginal atau terbelakang, tetap menjadi perhatian kami. Oleh karena itu, kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi rangkaian kegiatan Muhammadiyah Sulawesi Selatan ini,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama pemerintah daerah, guna memperluas akses layanan kesehatan yang merata.

“Mudah-mudahan ini bisa terus dikembangkan,  sebagai bentuk nyata usaha Muhammadiyah bersama seluruh komponen masyarakat, termasuk dengan Gubernur, untuk memberikan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” lanjutnya.

Selain agenda kesehatan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan silaturahmi halal bihalal,  yang menjadi tradisi tahunan Muhammadiyah di berbagai tingkatan.

“Acara ini dilanjutkan dengan silaturahmi halal bihalal, yang merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Pusat Muhammadiyah di semua tingkatan,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan serupa sebelumnya telah digelar di Yogyakarta dan akan berlanjut di Jakarta, serta sejumlah wilayah lainnya dalam waktu dekat.

“Sepekan yang lalu diselenggarakan di PP Muhammadiyah Jogja, dan mudah-mudahan nanti tanggal 31 Maret di PP Muhammadiyah Jakarta serta di beberapa wilayah dan cabang,” tuturnya.

Prof Abdul Mu’ti menegaskan, halal bihalal tidak sekadar seremoni, melainkan memiliki makna memperkuat nilai kebersamaan setelah Ramadan.

“Tujuannya adalah untuk memupuk semangat kerukunan, persatuan, dan usaha untuk kita bisa lebih baik lagi setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Silaturahmi ini juga menjadi sarana untuk membangun kekuatan dengan berbagai pihak, tidak hanya internal Muhammadiyah, tetapi juga pihak lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Klinik Utama PKU Muhammadiyah, dr Imam Nurjaya, menjelaskan,  klinik tersebut dirancang dengan konsep layanan medis komprehensif dan respons cepat.

“Klinik ini dirancang sebagai solusi pelayanan medis cepat, termasuk layanan darurat dan operasional 24 jam,” ucapnya.

Pengembangan layanan difokuskan pada penyediaan layanan spesialis, terutama penyakit dalam dan pediatri, untuk menjawab kebutuhan penanganan awal pasien.

“Ke depan akan ada banyak layanan, termasuk layanan emergency dan klinik spesialis 24 jam, khususnya penyakit dalam dan pediatri,” ujarnya.

Saat ini, klinik didukung sekitar 14 tenaga medis, terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, tenaga farmasi, perawat, serta tenaga pendukung lainnya.

Selain itu, klinik juga menyediakan layanan rawat inap terbatas, untuk penanganan awal sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.

“Bisa rawat inap, tapi bukan seperti rumah sakit. Penanganannya hanya sementara, mungkin 1–2 hari,” jelasnya.

Ke depan, pengelola berencana menambah hingga enam dokter spesialis dari berbagai bidang, seperti paru, jantung, saraf, mata, penyakit dalam, dan rehabilitasi medik.

Tak hanya itu, Klinik Utama PKU Muhammadiyah juga dipersiapkan untuk mendukung layanan kesehatan calon jamaah haji 2026, mulai dari vaksinasi hingga pemeriksaan kesehatan.

“Walaupun kita spesialistik, kita juga bisa menangani jamaah haji, mulai dari vaksinasi sampai pemeriksaan fisik dan kontrol penyakit,” pungkasnya.