BERITA45.COM, MAKASSAR – Membuka awal tahun 2026, rumah produksi Starvision menghadirkan film horor terbaru berjudul Kafir: Gerbang Sukma, kelanjutan dari film Kafir: Bersekutu dengan Setan, yang tayang pada 2018 silam.
Film ini menawarkan pendekatan berbeda dalam genre horor Indonesia, tanpa kehadiran hantu, namun tetap menghadirkan nuansa mencekam dan penuh tekanan psikologis.
Film ini berlatar delapan tahun setelah kisah sebelumnya, dengan konflik utama berupa dendam lama yang belum terselesaikan.
Cerita berkembang melalui relasi keluarga dan luka masa lalu, yang perlahan membuka teror demi teror secara emosional dan intens.
Penayangan perdana Kafir: Gerbang Sukma digelar di XXI Mal Panakkukang, Makassar. Tiga pemain utama, Rangga Azof (Andi), Indah Permatasari (Hanung), dan Asha Assuncao (Rani), hadir langsung menyapa penonton yang memadati studio.
Indah Permatasari menuturkan, kekuatan film ini terletak pada kedekatannya dengan realitas kehidupan sehari-hari.
“Ceritanya sangat dekat dengan kehidupan keluarga. Ada rasa benci, dendam, penasaran, dan ketidaksukaan yang sebenarnya dimiliki setiap manusia. Dari film ini, kita bisa belajar bagaimana menjadi manusia yang lebih baik,” ujarnya.
Aktris berdarah Makassar itu, juga mengapresiasi antusiasme penonton di kota kelahirannya. Menurutnya, masyarakat Makassar dikenal sangat menghargai perfilman Indonesia.
“Antusiasnya luar biasa. Saya bangga sekali karena Makassar selalu menjadi penonton yang apresiatif,” ungkapnya.
Sementara itu, Rangga Azof mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam memerankan karakter Andi. Tantangan utama justru terletak pada penyesuaian alur waktu delapan tahun setelah film pertama.
“Bagaimana membuat penonton percaya, karakter ini sudah melewati banyak peristiwa dalam delapan tahun, itu yang paling penting,” jelasnya.
Berbeda dengan Rangga, Asha Assuncao mengungkapkan tantangan tersendiri, saat mendalami karakter Rani.
“Rani itu gadis desa yang polos dan pendiam, sangat bertolak belakang dengan kepribadian saya yang cukup heboh. Tantangannya adalah menjaga karakter tetap konsisten selama syuting,” katanya.
Proses pengambilan gambar sendiri dilakukan selama lebih dari satu bulan di Banyuwangi, Jember, dan kawasan Bromo.
Para pemain sepakat bahwa respons penonton Makassar sangat positif. Selain menikmati cerita, penonton dinilai sangat fokus dan terlibat secara emosional sepanjang film. “Vibes-nya bagus banget, penontonnya hangat dan antusias,” kata Rangga Azof.
Film Kafir: Gerbang Sukma dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia, mulai 29 Januari 2026.