Image
Image

Lontara+ Kian Lengkap, Munafri Luncurkan Fitur Pariwisata

15-Jan-2026    Daeng Mamat
facebook twitter whatsapp

BERITA45.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, terus mempercepat transformasi layanan publik berbasis digital. 

Terbaru, Pemkot Makassar resmi meluncurkan fitur layanan pariwisata pada aplikasi terpadu Lontara+, Rabu (14/1/2026).

Peluncuran yang digelar di Makassar Creative Hub ini menandai penguatan Lontara+ sebagai Super Apps Kota Makassar, yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh layanan pemerintah kota dalam satu platform digital, yang mudah diakses masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan, pengembangan Lontara+ merupakan proyek jangka panjang yang dilakukan secara bertahap. Saat ini, ratusan aplikasi milik Pemkot Makassar telah diintegrasikan ke dalam satu sistem terpadu.

“Kami menggabungkan kurang lebih 300 aplikasi yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar, ke dalam satu Super Apps. Pengembangannya tidak instan, ada roadmap lima tahun yang kita jalankan secara bertahap,” jelas Munafri.

Ia menambahkan, pengembangan Lontara+ hingga kini masih berfokus pada aduan dan umpan balik masyarakat. 

Aduan tersebut menjadi instrumen penting dalam evaluasi kinerja perangkat daerah, sekaligus dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan kota.

“Aduan masyarakat memberikan gambaran nyata tentang kebutuhan kota. Dari situ kita tahu apa yang kurang dan apa yang harus diperbaiki, lalu kita respon melalui kebijakan dan pengembangan layanan,” ungkapnya.

Penambahan fitur pariwisata, lanjut Munafri, merupakan bagian dari tahapan pengembangan Lontara+. 

Ke depan, aplikasi ini tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata, tetapi akan diperluas ke layanan strategis lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, kependudukan, hingga pelayanan publik utama.

“Setelah fitur pariwisata, kita akan menambah layanan pendidikan, kesehatan, kependudukan, dan layanan publik lainnya. Harapannya, seluruh informasi dan layanan utama Kota Makassar bisa diakses hanya dari satu smartphone,” tambahnya.

Munafri juga berharap, kehadiran fitur pariwisata ini dapat memudahkan masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah dalam merencanakan aktivitas di Kota Makassar, mulai dari penentuan rute, destinasi wisata, hingga rekomendasi kuliner.

“Bukan hanya untuk warga Makassar, tetapi juga untuk orang luar yang ingin datang ke Makassar. Mereka sudah bisa menentukan mau ke mana dan mau ngapain lewat aplikasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, mengungkapkan, aplikasi Lontara+ lahir dari kebutuhan akan sistem layanan digital yang terintegrasi, dan mudah digunakan masyarakat.

Menurutnya, sebelum Lontara+ dikembangkan, layanan digital Pemkot Makassar tersebar di banyak aplikasi berbeda, sehingga menyulitkan warga dalam mengakses informasi dan layanan publik.

“Lontara+ ini dibangun sebagai solusi atas fragmentasi aplikasi layanan pemerintah. Masyarakat tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi, cukup satu aplikasi untuk mengakses berbagai layanan Pemkot Makassar,” jelas Roem.

Ia menambahkan, Diskominfo berperan sebagai orkestrator integrasi sistem, memastikan seluruh aplikasi perangkat daerah dapat terhubung dalam satu ekosistem digital yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

“Visi kami adalah menghadirkan layanan publik yang sederhana, cepat, dan responsif. Lontara+ menjadi fondasi transformasi digital Kota Makassar, sekaligus sarana memperkuat kepercayaan publik,  melalui layanan yang transparan dan berbasis data,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, A. Hendra Hakamuddin, menjelaskan, pengembangan fitur pariwisata pada Lontara+ sejalan dengan prioritas strategis pembangunan kota, khususnya pada penguatan sektor seni, budaya, dan pariwisata.

“Lontara+ kami posisikan sebagai kanal resmi Pemerintah Kota Makassar, yang menyatukan informasi destinasi, pemesanan tiket, kalender event, serta promosi pariwisata dalam satu platform digital, yang mudah diakses dan terpercaya,” jelas Hendra.

Pada tahap awal atau Minimum Viable Product (MVP), fitur pariwisata Lontara+ menghadirkan layanan berbasis konsep 4A kepariwisataan, yakni attraction, accessibility, amenity, dan activity, serta dilengkapi sistem ticketing destinasi wisata yang transparan dan terstandarisasi.

Ke depan, layanan tersebut akan dikembangkan melalui fitur gamification, bundling paket wisata, hingga experience packaging, guna mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan, dan memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).