BERITA45.COM, MAKASSAR — Dalam semangat silaturahmi pasca Idulfitri 1446 H, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, berkolaborasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kantor Perwakilan III Sulampua, menyelenggarakan Halal Bihalal bersama insan perbankan se-Sulawesi Selatan di Baruga Phinisi, Kantor BI Sulsel, Selasa (22/4/2025).
Momentum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor keuangan, serta mendorong percepatan transformasi ekonomi digital di daerah.
Kegiatan yang turut dihadiri perwakilan OJK, Kementerian Keuangan, serta pimpinan lembaga jasa keuangan dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel ini, menandai semangat kolaborasi dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan efisien.
“Halal bihalal ini menjadi simbol kolaborasi nyata, dalam mewujudkan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, sejalan dengan arah Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030,” ujar Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda.
Rizki memaparkan, tiga fokus utama BI dalam mendorong transformasi digital di Sulsel.
Pertama, pertumbuhan positif transaksi QRIS yang mencapai 7,87 juta transaksi dengan nilai Rp967,3 miliar hingga Februari 2025, tumbuh masing-masing 134,42% dan 111,46% secara tahunan (yoy).
“Capaian ini tak lepas dari peran aktif perbankan dalam mengedukasi masyarakat, dan memperluas adopsi pembayaran digital,” jelasnya.
Fokus kedua adalah pengembangan fitur QRIS Tap berbasis teknologi Near Field Communication (NFC).
Fitur ini memungkinkan transaksi cukup dengan satu sentuhan antar perangkat, tanpa perlu memindai kode.
“QRIS Tap sangat relevan untuk sektor transportasi, parkir, ritel, dan layanan publik lainnya,” kata Rizki.
Fokus ketiga adalah perluasan penggunaan QRIS Tap di Sulsel, yang dinilai potensial, mengingat tingginya penetrasi smartphone, dominasi generasi muda, dan banyaknya pelaku UMKM di wilayah ini.
Rizki pun mengajak seluruh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), untuk turut serta dalam ekspansi penggunaan fitur baru ini.
Kepala LPS Kantor Perwakilan III Sulampua, Fuad Zaen, turut menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik, melalui penjaminan simpanan yang kuat.
Ia menyebut, hingga Maret 2025, sebanyak 99,97% rekening simpanan di Sulsel dijamin penuh oleh LPS.
“Ini bentuk kepastian bagi masyarakat, untuk menabung dengan aman,” tegas Fuad.
Lebih lanjut, Fuad menyatakan, LPS akan terus memperkuat perannya melalui implementasi Undang-Undang P2SK.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara LPS dan perbankan, untuk memastikan sistem keuangan nasional tetap kokoh dan terpercaya.
“Keamanan dana masyarakat adalah fondasi dari kepercayaan dan stabilitas sistem keuangan,” ujarnya.
Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama BI dan LPS, dalam membangun sektor keuangan yang resilien, adaptif terhadap digitalisasi, serta berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.