BERITA45.COM, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya, meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa, melalui program Digital Financial Literacy (DFL).
Kegiatan ini berlangsung di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Makassar, pada Kamis (13/2/2025).
Tujuan utama dari kegiatan ini, memberikan pemahaman mendalam tentang peran inovasi teknologi di sektor keuangan, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Darwisman, menekankan pentingnya edukasi bagi generasi muda, dalam memahami perkembangan aset keuangan digital, termasuk aset kripto.
Menurutnya, meskipun generasi muda lebih terbuka terhadap inovasi teknologi keuangan, mereka juga menghadapi risiko yang perlu dipahami secara mendalam.
“Generasi milenial dan Gen Z memiliki potensi besar dalam mengembangkan sektor keuangan digital. Namun, di sisi lain, mereka juga rentan terhadap berbagai risiko. Oleh karena itu, edukasi ini bertujuan untuk membekali mereka, dengan pemahaman yang lebih baik tentang layanan keuangan digital,” ujar Darwisman.
OJK juga mengungkapkan, meskipun akses ke layanan keuangan semakin luas, indeks literasi keuangan digital di Indonesia masih perlu ditingkatkan.
Berdasarkan survei OJK pada 2024, indeks literasi keuangan baru mencapai 65%, sementara indeks inklusi keuangan berada di angka 75%.
Melalui program ini, OJK berharap para mahasiswa di Sulawesi Selatan, dapat lebih bijak dalam memilih produk keuangan digital, dan berinvestasi dengan penuh kesadaran terhadap manfaat serta risikonya.