Image
Image

AMBF x SSIF 2024: Dorong Investasi Rp9,56 Triliun dan Ekspor UMKM Rp98,65 Miliar

22-Nov-2024    Daeng Mamat
facebook twitter whatsapp

BERITA45.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sukses menyelenggarakan Anging Mammiri Business Fair (AMBF) dan South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2024, sebuah forum strategis untuk memperkuat sektor investasi dan ekspor UMKM di Sulawesi Selatan. 

Acara ini berlangsung pada 20-21 November 2024 di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, dan menjadi bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045. 

Dengan tema “Amplifying Investment and Broadening Global Export Channels to Foster Economic Growth”, AMBF x SSIF 2024 bertujuan mempertemukan pemilik proyek strategis dan pelaku UMKM Sulawesi Selatan, dengan calon investor serta pembeli internasional. 


Delegasi dari berbagai negara seperti Jepang, Inggris, UEA, Brazil, dan Australia, turut hadir menjajaki potensi kerja sama di wilayah ini.  


Menurut Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Rizki E. Wimanda, acara ini merupakan bagian dari inisiatif PINISI SULTAN, yang dirancang untuk mendorong daya saing ekonomi regional. 


“Kami menawarkan peluang investasi senilai Rp9,56 triliun, dari 14 proyek unggulan yang telah dikurasi. Ini adalah peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan,” jelas Rizki.  


Beberapa proyek strategis yang dipromosikan meliputi, Pengembangan Industri Rumput Laut Terintegrasi  di Kabupaten Luwu Timur, Industri Pengolahan Jagung Pakan Ternak di Kabupaten Bone, serta Proyek Pusat Komersial yang mencakup mall, apartemen, dan hotel di Kota Parepare.  


Di sektor perdagangan internasional, AMBF x SSIF 2024 mencatat keberhasilan besar, dengan terlaksananya 21 transaksi ekspor senilai Rp98,65 miliar. 


Transaksi ini melibatkan delapan UMKM lokal, yang berhasil menjangkau pasar global di 11 negara, termasuk India, Iran, Denmark dan Australia.  


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pj. Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, didampingi Rizki E. Wimanda dan Direktur Promosi BKPM, Rakmat Yulianto. 


Mereka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak, dalam memperkuat posisi Sulawesi Selatan, sebagai pusat investasi dan perdagangan internasional.  


Selain forum investasi dan transaksi ekspor, acara ini juga menghadirkan berbagai sesi edukasi melalui talkshow. 


Pembicara seperti Julio Ekspor (influencer ekspor), Pekik Warnendya (coach eksportir), dan Dewi Harlas (CEO UKM Eksporter Indonesia) berbagi tips sukses terkait strategi ekspor, legalitas produk, dan pemasaran internasional.  


Lebih dari 600 pelaku UMKM hadir dalam acara ini, bersama kepala daerah, asosiasi pengusaha, perwakilan negara mitra, serta pelaku perbankan. 


Kehadiran investor dan pembeli dari berbagai negara, semakin memperkuat peluang realisasi investasi dan perluasan pasar ekspor.  


“Pencapaian ini membuktikan potensi besar ekonomi Sulawesi Selatan. Sinergi lintas pihak yang tercipta selama AMBF x SSIF 2024, diharapkan mampu menciptakan dampak positif jangka panjang, bagi UMKM dan perekonomian regional,” ujar Rizki E. Wimanda.  


AMBF x SSIF 2024 menjadi wujud nyata komitmen Bank Indonesia dan pemerintah daerah, dalam meningkatkan daya saing UMKM di pasar global. 


Kolaborasi ini juga memberikan dukungan signifikan, terhadap pertumbuhan sektor investasi strategis di Sulawesi Selatan.  


Dengan pencapaian transaksi miliaran rupiah dan peluang investasi besar, AMBF x SSIF 2024 diharapkan mampu membuka peluang baru di pasar internasional. 


Acara ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam perjalanan Sulawesi Selatan, menuju visi Indonesia Emas 2045.