Image
Image

FinExpo BIK 2024 di Sulsel Tarik 11 Ribu Pengunjung, dan Catat Transaksi Rp1,42 Miliar

26-Oct-2024    Daeng Mamat
facebook twitter whatsapp

BERITA45.COM, MAKASSAR - FinExpo Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2024 di Sulawesi Selatan resmi ditutup pada Sabtu, 26 Oktober 2024, di Tugu MNEK, Central Point of Indonesia. 


Acara yang berlangsung selama dua hari ini, berhasil menarik 11.000 pengunjung, dan mencatat total transaksi sebesar Rp1,42 miliar. 


Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulselbar, Budi Susetiyo, dalam pidato penutupan, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara ini. 


Menurutnya, FinExpo BIK 2024 berperan penting dalam mendorong perekonomian masyarakat, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Selatan. 


"Acara ini mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, sesuai kebutuhan mereka," ujarnya. 


Rangkaian kegiatan FinExpo BIK 2024 meliputi berbagai aktivitas edukatif dan hiburan, seperti bincang santai tentang literasi keuangan, pameran produk industri jasa keuangan dan UMKM, serta business matching antara UMKM dan lembaga keuangan. 


Acara ini juga dimeriahkan oleh festival kuliner, lomba barista, reels, cosplay, serta jalan santai dan senam bersama. 


“Kami sangat mengapresiasi tingginya antusiasme peserta. Selain memberikan informasi, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi melalui kolaborasi dengan UMKM,” tambah Budi. 


Ia menekankan, bahwa pelibatan berbagai sektor dalam acara ini, merupakan wujud nyata dari inklusi keuangan yang bermanfaat bagi masyarakat. 


Selama dua hari pelaksanaan, 65 tenant booth turut berpartisipasi, dalam mempromosikan produk-produk unggulan, baik dari sektor keuangan maupun UMKM. 


Hal ini mendukung keterhubungan antara pelaku usaha kecil dan lembaga keuangan. 


“Kolaborasi seperti ini menjadi landasan penting, untuk memperkuat ekosistem ekonomi di daerah,” kata Budi. 


Beberapa capaian signifikan dari kegiatan ini, mencakup total transaksi sebesar Rp1.425.220.001, dengan rincian Rp40.410.001 dari UMKM dan Rp1.384.810.000 dari industri jasa keuangan. 


Selain itu, acara ini juga menghasilkan 192.202 pembukaan rekening, dan produk keuangan baru dengan nilai total Rp1,6 Triliun. 


“Kami sangat bangga melihat tingginya partisipasi masyarakat dan lembaga keuangan dalam acara ini. Capaian tersebut mencerminkan semakin besarnya kesadaran akan pentingnya akses keuangan yang inklusif,” ujar Budi. 


Ia berharap, hasil positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa depan. 


Budi juga mengapresiasi peran Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar, yang berkolaborasi dengan berbagai instansi dan dinas terkait, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. 


"Kerja sama yang kuat antara berbagai pihak, menjadi kunci keberhasilan acara ini," katanya. 


Secara khusus, Budi menyampaikan penghargaan kepada Ketua Panitia BIK 2024, Iswadi Ayub, yang juga menjabat Direktur Operasional dan TI PT Bank Sulselbar, serta Wakil Ketua Panitia, Hudli Huduri, Pemimpin Wilayah KTI PT Bank Panin. 


“Kinerja solid seluruh panitia, memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan sukses dan mencapai hasil optimal,” ungkapnya. 


Ke depan, Budi berharap, kegiatan puncak BIK dapat terus menjadi agenda tahunan, yang masuk dalam program kerja industri jasa keuangan. 


Ia juga mendorong seluruh lembaga, untuk berperan aktif dalam memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat. 


“Semoga agenda ini tidak hanya berhenti di sini. Akses keuangan inklusif adalah tugas bersama yang harus terus dijalankan, demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Budi. 


Pelaksanaan FinExpo BIK 2024, juga menjadi momen evaluasi bagi panitia dan peserta untuk meningkatkan kualitas acara di tahun-tahun mendatang. 


“Melalui evaluasi, kita bisa mempersiapkan pelaksanaan BIK tahun depan, agar lebih baik dan memberi dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya. 


Budi menutup pidatonya dengan ajakan kepada seluruh industri jasa keuangan, untuk terus mempererat kolaborasi. 


“Mari kita bersama-sama mendorong Akses Keuangan Inklusif, untuk Mewujudkan Masyarakat Produktif. Semoga semangat memperluas akses keuangan terus berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi semua,” pungkasnya.