BERITA45.COM, MAKASSAR - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menilai sektor perbankan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), menunjukkan kinerja yang positif, meskipun perekonomian global sedang menghadapi tantangan perlambatan.
Pertumbuhan ini terlihat dari solidnya kinerja sektor perbankan, dengan peningkatan total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan penyaluran kredit.
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman mengungkapkan, stabilitas sektor jasa keuangan di Sulampua, didukung oleh kebijakan moneter pelonggaran suku bunga dari Bank Indonesia (BI).
"Penurunan suku bunga ini memberikan ruang bagi perbankan, untuk meningkatkan penyaluran kredit, sehingga aktivitas ekonomi juga terdorong," ungkap Darwisman.
Pada posisi Agustus 2024, total aset industri perbankan di Sulampua tumbuh sebesar 5,65 persen menjadi Rp534 triliun.
Sementara itu, DPK mencatatkan pertumbuhan 5,55 persen mencapai Rp339 triliun, dan penyaluran kredit meningkat 8,79 persen menjadi Rp424 triliun.
Tingkat intermediasi Loan to Deposit Ratio (LDR) di wilayah Sulampua mencapai 124,97 persen, sementara rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga di level 2,55 persen.
"Ini menunjukkan perbankan di Sulampua, mampu menjaga keseimbangan kinerja intermediasi," lanjut Darwisman.
Menurut Darwisman, pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif, bahwa sektor perbankan di Sulampua tetap resilient, meski menghadapi ketidakpastian global.
"Kami akan terus mendorong sektor perbankan, untuk memaksimalkan peluang yang ada, dan mendukung pemulihan ekonomi di wilayah ini," tutupnya.