Image
Image

Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK Triwulan II-2024, Kinerja Perbankan Semakin Baik

30-May-2024    Rahmi
facebook twitter whatsapp

BERITA45.COM, JAKARTA - Survei  Orientasi  Bisnis  Perbankan OJK (SBPO) triwulan II-2024,  melibatkan 95 bank responden, menunjukkan  responden makin optimis, bahwa kinerja perbankan akan semakin baik, pada triwulan II-2024. 


Berdasarkan data Maret 2024, porsi aset 95 bank tersebut, mencapai sebesar 94,67 persen dari total aset bank umum.


Optimisme perbankan, tecermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) pada triwulan II-2024, yang tercatat sebesar 58 (zona   optimis).   


Optimisme tersebut didorong oleh ekspektasi,    akan meningkatnya fungsi intermediasi  perbankan, dibarengi dengan kemampuan perbankan dalam mengelola risiko yang dihadapi, meskipun dengan kondisi makroekonomi global yang kurang kondusif.


Ketidakpastian kondisi makro ekonomi global,  menyebabkan Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) pada triwulan II-2024,  masih berada pada level pesimis, yaitu sebesar 31, terutama disebabkan oleh perkiraan peningkatan BI Rate, pelemahan nilai tukar dan peningkatan inflasi. 


Meski demikian, di tengah perkiraan kondisi makroekonomi tersebut, PDB diperkirakan tetap tumbuh, didorong oleh konsumsi masyarakat yang diperkirakan meningkat pasca Bulan Ramadhan, seiring dengan adanya pembagian Tunjangan Hari Raya, untuk perayaan Hari Raya Idul Fitri, dan adanya banyak hari libur, pada triwulan II-2024.


Meskipun kondisi makroekonomi diperkirakan  kurang kondusif,  mayoritas responden meyakini, risiko perbankan pada triwulan II-2024 masih terjaga dan terkendali. 


Hal ini terlihat dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 59, zona keyakinan bahwa risiko cukup manageable, seiring dengan keyakinan bahwa  risiko kredit dan risiko pasar yang  tetap terjaga. 


Responden meyakini, bahwa kualitas kredit tetap baik, PDN pada level rendahdan berada pada posisi long, dan rentabilitas masih akan meningkat, seiring dengan kenaikan penyaluran  kredit.  


Selanjutnya, risiko likuiditas juga diperkirakan  masih terjaga stabil, dibandingkan triwulan sebelumnya.


Ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada triwulan II-2024 juga optimis  dengan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 83. 


Optimisme kinerja perbankan, didorong oleh ekspektasi bahwa sisi funding (DPK), akan tetap mampu menyokong meningkatnya penyaluran kredit, yang berdampak pada peningkatan laba  dan  modal  perbankan.  


Optimisme kenaikan pertumbuhan kredit pada  triwulan II-2024, didorong ekspektasi  pertumbuhan ekonomi domestik yang membaik pasca Pemilu 2024, adanya momentum hari Raya Idul Fitri dan banyaknya hari libur   sepanjang April hingga Juni, yang   meningkatkan konsumsi masyarakat, serta masih terjaganya daya beli masyarakat. 


Dari sisi penghimpunan dana, responden   memperkirakan, pada triwulan II-2024, DPK juga   akan tumbuh meningkat, sejalan dengan   kegiatan ekonomi yang semakin membaik,   usaha bank memperoleh sumber dana untuk  mendukung  pertumbuhan  kredit,  dan  adanya  dana pemerintah yang masuk pada bank daerah.


Pada SBPO, OJK juga menghimpun informasi terkait prospek penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) ke depan, yang diyakini masih akan tumbuh meskipun sempat melambat pada  awal  tahun  2024. 


Itu karena dipengaruhi oleh situasi politik  yang  belum menentu, sehingga membuat nasabah cenderung wait and see, serta menahan diri untuk melakukan pembelian kendaraan bermotor. 


Adapun hal yang mendasari keyakinan mayoritas, bahwa prospek pertumbuhan KKB ke depan cukup tinggi, antara lain dikarenakan potensi pasar otomotif di Indonesia yang masih sangat besar, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.  


Hal tersebut diyakini, akan mendorong  terjadinya peningkatan konsumsi masyarakat, yang mana akan berdampak juga terhadap penjualan kendaraan bermotor.


Selanjutnya, dari hasil survei juga diperoleh informasi, mengenai dampak permasalahan sektor Propertidan Real Estate di beberapa negara, bagi bank-bank di Indonesia, yang mana diyakini tidak akan memberikan dampak signifikan, baik langsung maupun tidaklangsung. 


Industri  real estate dan properti di Indonesia pada tahun 2024, juga diyakini masih akan tumbuh positif, seiring dengan permintaan yang terjaga, di tengah perbaikan daya beli.


OJK melaksanakan SBPO secara triwulanan,  untuk memperoleh gambaran dari industri perbankan, tentang  arah perekonomian,   persepsi  terhadap risiko perbankan, serta arah/tendensi bisnis perbankan pada triwulan  mendatang.  


SBPO menghasilkan suatu Indeks Orientasi  Bisnis Perbankan (IBP),  yaitu indeks komposit  yang menunjukkan persepsi, dengan rentang  nilai  1 sampai dengan 100,  di mana indeks >50  menunjukkan persepsi optimis, indeks =50 menunjukkan persepsi stabil, dan indeks <50 menunjukkan persepsi pesimis.  


IBP terdiri dari tiga subindeks, yaitu Indeks  Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM),  Indeksi Persepsi Risiko (IPR) dan Indeks  Ekspektasi Kinerja (IEK).  


Selain ketiga indeks tersebut, SBPO juga menghasilkan informasi lain, yang sedang menjadi isu hangat pada industri perbankan,  serta hal-hal yang dianggap, dapat berpengaruh terhadapkinerja perbankan.