Image
Image

Reksa Dana Mulai Rp10 Ribu, APRDI Ungkap Cara Investasi Aman di Makassar

17-Apr-2026    Daeng Mamat
facebook twitter whatsapp

BERITA45.COM, MAKASSAR — Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) memberikan pemaparan komprehensif, terkait mekanisme investasi reksa dana, dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026, yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) di Makassar.

Kegiatan ini diikuti kalangan media, dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan. 

Dalam pemaparannya, Dewan Presidium APRDI, Marsangap P Tamba, menegaskan, reksa dana merupakan instrumen investasi yang inklusif dan mudah diakses oleh semua kalangan.

“Reksa dana ini bisa dimulai dari nominal kecil, bahkan mulai dari Rp10 ribu. Ini yang membuatnya terbuka untuk semua kalangan, termasuk pemula,” ujarnya.

Ia menjelaskan, reksa dana merupakan wadah penghimpunan dana dari masyarakat, yang dikelola oleh manajer investasi profesional ke dalam berbagai instrumen keuangan, seperti pasar uang, obligasi, hingga saham.

Dengan konsep diversifikasi, risiko investasi dapat tersebar. Marsangap mengibaratkan reksa dana seperti satu paket investasi yang sudah diracik oleh ahlinya, sehingga investor tidak perlu mengelola secara langsung.

“Kalau kita ibaratkan, ini seperti gado-gado atau omakase, sudah diracik oleh ahlinya,” jelasnya.

APRDI juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB), sebagai indikator utama dalam menentukan nilai investasi. 

NAB mencerminkan total aset setelah dikurangi kewajiban, yang kemudian menjadi dasar harga unit penyertaan investor.

Selain itu, investor diingatkan bahwa imbal hasil atau return bersifat fluktuatif, tergantung kondisi pasar. Karena itu, pemahaman risiko menjadi hal utama sebelum berinvestasi.

“Tidak ada investasi yang tanpa risiko. Yang penting adalah memahami profil risiko dan tujuan investasi,” tegasnya.

APRDI juga menekankan transparansi biaya dalam investasi reksa dana, mulai dari biaya pembelian, penjualan kembali, hingga pengalihan produk. Namun, sebagian biaya pengelolaan umumnya sudah diperhitungkan dalam NAB.

Dari sisi perpajakan, reksa dana dinilai memiliki keunggulan, karena keuntungan yang diperoleh investor tidak dikenakan pajak secara langsung.

Seiring perkembangan teknologi, akses investasi reksa dana kini semakin mudah melalui berbagai platform digital, sehingga masyarakat dapat berinvestasi kapan saja tanpa harus datang langsung.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memastikan produk investasi berasal dari lembaga resmi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan tinggi.

Melalui kegiatan edukasi ini, APRDI berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami investasi reksa dana sebagai alternatif yang mudah, terjangkau, dan dikelola secara profesional.