Image
Image

Pegadaian Cetak Laba Rp8,34 Triliun di 2025, Aset Melonjak dan Bank Emas Kian Perkasa

19-Feb-2026    Daeng Mamat
facebook twitter whatsapp

MAKASSAR, INKAM — PT Pegadaian menutup tahun buku 2025, dengan capaian kinerja yang impresif. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp8,34 triliun, melonjak 42,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat Rp5,85 triliun.

Lonjakan laba tersebut menegaskan konsistensi Pegadaian, dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, di tengah dinamika ekonomi nasional dan global sepanjang tahun lalu.

Dari sisi fundamental keuangan, total aset Pegadaian tumbuh signifikan menjadi Rp151,7 triliun. Angka ini meningkat 47,8 persen dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp102,6 triliun.

Pertumbuhan aset yang agresif namun terukur ini, menunjukkan ekspansi usaha yang kuat, sekaligus memperlihatkan kepercayaan masyarakat, terhadap layanan Pegadaian yang semakin tinggi.

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menjelaskan, pencapaian kinerja tersebut turut ditopang oleh peningkatan penyaluran pembiayaan kepada masyarakat.

Outstanding Loan (OSL) Gross tercatat mencapai Rp126 triliun atau tumbuh 47,5 persen, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp85,4 triliun.

“Capaian ini menjadi bukti, Pegadaian mampu tumbuh secara berkelanjutan, dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Damar dalam keterangan resminya.

Dari sisi profitabilitas, rasio Return on Asset (ROA) meningkat menjadi 6,7 persen, sementara Return on Equity (ROE) mencapai 21,73 persen, mencerminkan efektivitas pengelolaan aset dan modal perusahaan.

Tak hanya mencetak laba tinggi, Pegadaian juga sukses memperbaiki kualitas kredit. Rasio Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan dari 0,63 persen pada 2024 menjadi 0,38 persen di 2025.

Penurunan NPL tersebut menjadi indikator kuat, manajemen risiko dan pengawasan pembiayaan berjalan semakin prudent dan disiplin.

Di lini bisnis emas, performa Pegadaian juga menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga 31 Desember 2025, total transaksi dan kelolaan Bank Emas Pegadaian mencapai 33,7 ton.

Rinciannya meliputi Tabungan Emas sebesar 17,1 ton, Deposito Emas 2,18 ton, serta Cicil Emas 10,3 ton. Selain itu, Titipan Emas Korporasi dan Pinjaman Modal Kerja Emas turut mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan.

Pemimpin Wilayah Kanwil VI SulselBarRa Maluku, Pratikno, menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder, atas dukungan terhadap kinerja Pegadaian sepanjang 2025.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan nasabah, terhadap produk dan layanan Pegadaian. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” kata Pratikno.

Ia menegaskan, Pegadaian akan terus berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan, melalui produk gadai yang inklusif, layanan pinjaman mikro bagi pelaku UMKM, serta penguatan ekosistem Bank Emas yang andal.

Sepanjang 2025, kelolaan ekosistem emas Pegadaian secara keseluruhan tercatat mencapai 136 ton, mencakup portofolio agunan emas dan layanan Bank Emas, yang menunjukkan meningkatnya literasi dan minat investasi emas masyarakat.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyatakan, stabilitas ekonomi dan kondisi geopolitik global yang kondusif, akan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan di 2026.

Dengan strategi korporasi yang adaptif, penguatan layanan berbasis solusi, kepatuhan terhadap regulasi, serta optimalisasi digitalisasi melalui aplikasi TRING!, Pegadaian optimistis mampu meningkatkan market share, dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin ekosistem emas dan pembiayaan berbasis gadai di Indonesia.