Image
Image

Prof Zudan Arif Fakrulloh Dilantik Jadi Kepala BKN, Prof Fadjry Djufry Gantikan sebagai Pj Gubernur Sulsel

05-Jan-2025    Daeng Mamat
facebook twitter whatsapp

INKAM, MAKASSAR - Masa jabatan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, segera berakhir. 

Zudan dijadwalkan dilantik sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta, pada Selasa, 7 Januari 2025. 

Pelantikan ini menandai langkah baru Zudan, dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat nasional.  

Pada hari yang sama, posisi Zudan sebagai Pj Gubernur Sulsel akan digantikan oleh Prof. Fadjry Djufry, Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian RI. 

Pelantikan Prof. Fadjry akan berlangsung di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.  

Kabid Humas Pemprov Sulsel, Fitra, membenarkan jadwal pelantikan tersebut. 

"Iya, Selasa pagi Pj Gubernur Sulsel dilantik di Kemendagri," ujarnya,  pada Minggu (5/1). 

Proses serah terima jabatan diperkirakan akan berlangsung, menjelang pelantikan kedua tokoh tersebut.  

Zudan menyampaikan, pelantikannya sebagai Kepala BKN, merupakan bentuk kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. 

Ia menegaskan, siap menjalankan tugas baru di mana pun sesuai arahan. 

"Kami sebagai ASN siap ditempatkan di mana saja. Prinsipnya, kami mengikuti arahan Presiden dan Mendagri," katanya.  

Selain itu, Zudan menyatakan dukungan terhadap penggantinya, sebagai Pj Gubernur Sulsel. 

Ia yakin, bahwa Prof. Fadjry adalah sosok terbaik yang dipilih, untuk melanjutkan tugas memimpin provinsi ini. 

"Yang paling tahu tentu Pak Menteri Dalam Negeri. Siapapun yang dipilih pasti saya dukung," tegasnya.  

Selama tujuh bulan menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel, Zudan telah meninggalkan sejumlah warisan penting. 

Salah satu yang paling menonjol adalah upayanya memastikan pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tepat waktu, setiap tanggal 1 dan 5. 

Hal ini memberikan kepastian bagi kesejahteraan ASN di Sulsel.  

Selain itu, Zudan memperkenalkan tanda tangan elektronik, untuk meningkatkan efisiensi administrasi pemerintahan. 

Digitalisasi ini diharapkan, mampu mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan transparan.  

Zudan juga menggagas program sosial "Sedekah Seribu Sehari" (S3) yang melibatkan seluruh stakeholder di Sulsel. 

Program ini berhasil diterapkan selama masa jabatannya, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.  

Dalam aspek spiritual, Zudan menghidupkan kegiatan "Sulsel Berdoa dan Berzikir" dua kali seminggu di masjid dan musala, lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel. 

Langkah ini menjadi bagian dari upayanya, memperkuat nilai-nilai keagamaan, di lingkungan pemerintahan.  

Selain itu, Zudan menerapkan empat prinsip taat dalam birokrasi, yaitu taat terhadap agama, asas, administrasi, dan anggaran. 

Prinsip ini menjadi pedoman penting, dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat provinsi maupun kabupaten di Sulsel.  

Sementara itu, Prof. Fadjry Djufry, yang akan menggantikan Zudan, belum memberikan banyak pernyataan terkait pelantikannya. 

Namun, ia memastikan kesiapannya, untuk menjalankan tugas baru sebagai Pj Gubernur Sulsel. 

"Iye, Insya Allah Selasa pagi pukul 08.00," ujarnya singkat.  

Pergantian Pj Gubernur Sulsel ini, diharapkan dapat membawa keberlanjutan program-program yang telah berjalan, sekaligus menghadirkan inovasi baru di bawah kepemimpinan Prof. Fadjry. 

Masyarakat Sulsel kini menantikan gebrakan baru,  dari sosok pemimpin yang akan membawa provinsi ini ke arah yang lebih baik.